Friday, January 30, 2015

Menkeu Bambang Ungkap Rahasia Produk Peniti Hingga Sajadah Tiongkok Mendunia



Jakarta -Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan industri di Tiongkok yang efisien harus ditiru oleh Indonesia. Industri yang efisien membuat produk-produk Negeri Tirai Bambu tersebut mendunia.

“Kita sedikit banyak belajar dari Tiongkok. Saya yakin yang pernah umroh atau haji kalau iseng mampir ke toko yang menjual suvenir, jangan kaget kalau yang dijual di situ ada satu toko yang nama tokonya Ali Murah, separuhnya itu buatan Tiongkok,” kata Bambang disambut tawa peserta seminar bertema Peluang dan Tantangan Perekonomian Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/1/2015).


Padahal menurut Bambang, produk-produk yang dijual Tiongkok ke Timur Tengah, juga bisa diproduksi oleh Indonesia. “Sajadah, apa itu teko-toko logam dan sebagainya itu kita bisa bikin,” katanya.


Bambang menjelaskan dalam ilmu ekonomi, semakin banyak suatu barang diproduksi maka semakin rendah biaya produksi per unit, seperti produk peniti dari Tiongkok. ‎


“Kenapa produksi Tiongkok bisa merajalela. Itu kuncinya adalah di pasarnya.‎ Karena dia (tiongkok) marketnya 1,3 miliar jiwa. Contohnya saja peniti. Bikin peniti di Tiongkok, itu bisa sangat murah karena mereka memproduksi untuk skala besar,” katanya.


Menurut Bambang kemampuan Tiongkok bisa memproduksi barang dengan lebih efisien harus ditiru Indonesia. Bambang mengatakan, adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bisa jadi peluang besar untuk Indonesia karena dengan MEA, pasar Indonesia makin membesar.


“Yang awalnya pasar kita hanya 250 juta (jumlah penduduk Indonesia), kemudian kita akan bisa punya market 600 juta penduduk ASEAN yang 5 saja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura,” katanya.


Ia menambahkan Indonesia punya peluang lebih besar karena punya pasar lebih besar dibanding yang lain di ASEAN. Dari 600 juta penduduk ASEAN, Indonesia sudah punya modal 250 juta penduduk.


“Artinya kita sudah belajar untuk memenuhi hampir separuhnya. Jadi saya mau bilang. Jangan takut kita menhadapi MEA. Karena kalau bicara nggak siap, nggak ada negara ASEAN yang siap MEA, tapi Indonesia punya kesempatan lebih besar,” tegas Bambang disambut tepuk tangan.



(hen/hds)






Menkeu Bambang Ungkap Rahasia Produk Peniti Hingga Sajadah Tiongkok Mendunia

No comments:

Post a Comment