Monday, May 4, 2015

Laporan Kemenhub ke BPK, Banyak Temuan di Perhubungan Laut



Jakarta -Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan bersama jajaran petinggi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyambangi kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, sore tadi.

Menhub Jonan menyerahkan Laporan Hasil Audit Triwulan (IHAT) Triwulan I-2015. Dari laporan selama 3 bulan pertama di 2015, Tim Inspektorat Jenderal Kemenhub menyampaikan 678 temuan kepada pimpinan BPK. Temuan atau kejanggalan tersebut yang terbanyak datang dari sektor perhubungan laut.


“Temuan paling banyak pengadaan barang jasa. Kontrak seharusnya selesai ternyata belum selesai. Seharusnya dikenakan denda tapi nggak dikenakan. Jaminan kurang. Paling banyak Satker (satuan kerja) di laut. Di sana tempat paling basah,” canda Inspektur Jenderal Kemenhub Cris Kuntadi yang mewakili Jonan di Gedung BPK, Jakarta, Senin (4/5/2015).


Pelaporan yang terangkum dalam ikhtisar setiap 3 bulan ini merupakan kewajiban dan tugas inspektorat kementerian melaporkan hasil audit laporan keuangan pemerintah kepada BPK yang merujuk standar akuntansi pemerintahan.


“Dirinci 250 temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan. Sebanyak 316 temuan kelemahan sistem pengendalian internal. Kemudian 112 temuan terkait ekonomi efektif dan efisien (3E). Itu maksudnya tidak efektif,” ujarnya.


Kemenhub juga menyampaikan hasil audit dari tahun 2003 sampai awal 2015. Kemenhub melaporkan 40.000 temuan selama jeda 12 tahun. Dari temuan tersebut sebesar 79,54% atau sebanyak 32.111 temuan dinyatakan telah selesai ditindaklanjuti dengan status tindak lanjut tuntas.


“Kemudian 5.018 temuan (12,43%) ditindalanjuti dalam status tindaklanjuti dalam proses. Kemudian 3.241 (8,03%) temuan belum ditindaklanjuti,” ujarnya.



(feb/hen)






Laporan Kemenhub ke BPK, Banyak Temuan di Perhubungan Laut

No comments:

Post a Comment