Pekanbaru -Hari ini, Menteri ESDM Sudirman Said blusukan meninjau Lapangan Duri yang dioperasikan PT Chevron Pacific Indonesia. Sudirman akan melihat area 13, yang mulai beroperasi pada 2013.
Yanto Sianipar, Senior VP Policy, Government, & Public Affaris Chevron Pacific Indonesia, mengatakan Lapangan Duri memiliki ciri khas yang berbeda. Lapangan ini menggunakan teknologi steam flood. Apa itu?
“Lapangan Duri menggunakan injeksi uap. Karena minyaknya berat, harus dipanaskan supaya bisa mengalir. Panas itu dari injeksi uap,” jelas Yanto di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Kamis (12/2/2015).
Air, kata Yanto, dipanaskan di boiler. Dari situ keluarlah uap-uap yang disalurkan melalui pipa. Uap tersebut digunakan untuk mengangkat minyak di dalam tanah.
“Itu pun harus dengan teknologi karena sampai ke ujung harus tetap berbentuk uap. Panasnya harus siap,” ucapnya.
Di Indonesia, lanjut Yanto, hanya Lapangan Duri yang menggunakan teknologi ini. Bahkan di dunia pun tidak banyak yang memakainya.
“Steam flood di dunia paling besar di sini sama di California (Amerika Serikat). Itu Chevron juga,” ujarnya.Next
(hds/dnl)
Teknologi di Lapangan Minyak Terbesar RI Ini Ada Sejak Zaman Soeharto
No comments:
Post a Comment