Jakarta -Wakil Ketua Komisi XI DPR Gus Irawan mempertanyakan kinerja PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) beberapa tahun terakhir. Termasuk rencana untuk memberikan ‘suntikan’ modal berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 18 triliun.
Hal ini disampaikannya saat rapat kerja dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Direktur Utama SMI Emma Sri Hartati di gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (5/2/2015).
“Seperti apa SMI ini, terus diberikan dana Rp 18 triliun dan belum tahu itu digunakan untuk apa. Bagaimana caranya berikan uang tapi tidak tahu buat apa?” tegasnya meminta jawaban dari Bambang dan Emma.
Gus khawatir dana yang diberikan tidak terpakai secara maksimal. Padahal seharusnya bisa dipergunakan untuk keperluan lainnya, karena Rp 18 triliun bukan jumlah yang sedikit.
“Makanya harus diketahui skema pembiayaan sekarang itu seperti apa, kualitasnya nanti bagaimana. Agak terkesan terburu-buru saya lihat,” katanya.
Hal yang senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Indah Kurnia. Menurutnya, SMI harus menjelaskan kinerja secara komperhensif. Seperti bunga kredit yang diberikan kepada sektor usaha.
“SMI kan melepaskan dananya, itu memberikan bunga berapa. Pasti di bawah BUMN, tapi berapa,” tanya Indah.
Diketahui dana PMN tersebut berasal dari peralihan aset dan dana Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang rencananya akan dihapuskan oleh Kementerian Keuangan.
Pembahasan ini sudah untuk kesekian kalinya dibahas antara anggota dewan dan pemerintah. Namun sampai sekarang belum ada titik temu untuk memutuskan PMN akan diterima atau tidak.
(mkl/hds)
Soal 'Suntikan' Rp 18 T, Menkeu Bambang dan Bos SMI Dicecar Anggota DPR
No comments:
Post a Comment