Jakarta -Pemerintah menyatakan selama ini persaingan pasar semen di Indonesia masih kurang sehat. Beberapa produk semen di Indonesia harganya tidak bersaing alias terlalu mahal.
“Yang terpenting ada kompetisi. Selama ini Anda lihat harga semen tidak berkompetisi,” tutur Sofyan di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Rabu (11/2/2015).
Itu sebabnya beberapa waktu lalu pemerintah mengumumkan bahwa harga semen yang diproduksi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun sebesar Rp 3.000/sak. Dengan begitu, harganya menjadi Rp 60.000/sak agar tercipta persaingan yang sehat di pasar.
“Harga semen selama ini tidak berkompetisi. Semen Indonesia menurunkan Rp 3.000/sak, itu sama Rp 60.000/sak. Mulai berkompetisi, karena kalau yang lain tidak menurunkan maka pasarnya akan dimakan Semen Indonesia,” tegas Sofyan.
Sofyan menambahkan, Indonesia masih membutuhkan investasi di industri semen. Terlebih saat ini pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur. Kebutuhan akan semen, insinyur, dan tenaga ahli akan semakin meningkat.
“Siapa saja boleh, silakan bangun. Kita membutuhkan semen untuk infrastruktur seperti jalan tol, karena kalau tidak kita akan kekurangan semen,” tuturnya.
(zul/hds)
Menko Sofyan: Harga Semen Tidak Ada Kompetisi
No comments:
Post a Comment