Wednesday, October 1, 2014

Pasca Kecelakaan, Tambang Freeport di Papua Masih Setop Produksi



Jakarta -Tambang emas Grasberg, PT Freeport Indonesia di Papua masih dihentikan produksinya setelah terjadi dua kecelakaan yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM R. Sukhyar mengatakan pihaknya segera mengumumkan hasil investigasi kasus tersebut dalam sepekan ke depan.


“Iya, butuh waktu sepekan,” ujar Sukhyar saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (1/10/2014).


Dikatakannya, saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari tim yang menangani. Hasil investigasi ini akan dijadikan rujukan dalam menetapkan sanksi yang harus diterima perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut, jika melanggar.


“Gini investigasi sedang dijalankan. Kita tunggu hasilnya, jangan cepat-cepat. Apapun juga kalau ada SOP (standar operasi) yang dilanggar, tentu ada sanksi pada mereka,” tuturnya.

Ia menambahkan pihak yang harus bertanggung jawab pun masih menunggu hasil investigasi tersebut. “Bisa personel atau tergantung level mana SOP yang dilanggar, seperti apa hasil investigasinya. Kalau (pelanggaran yang terjadi) di tingkat supervisor, ya dia yang kena sanksi. Kalau cuma personil aja, ya dia (personil) yang kena,” pungkasnya.


Pada Sabtu lalu (27/9/2014), insiden kecelakaan terjadi pada tambang emas terbuka PT Freeport Indonesia di Papua dan menelan 4 korban jiwa. Sebelumnya pada 12 September 2014, tambang ini juga mengalami insiden yang menelan 1 korban jiwa, namun di tambang bawah tanah.‬



(hen/hen)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!







Pasca Kecelakaan, Tambang Freeport di Papua Masih Setop Produksi

No comments:

Post a Comment