Jakarta -Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa dibilang Bali kedua. Pariwisata tumbuh pesat, hotel bermunculan, akibatnya pembangkit listrik yang ada tidak cukup memasok kebutuhan listrik.
“Di Lombok, kebutuhan listriknya naiknya pesat sekali, di sana sudah ada PLTU kapasitas 12 megawatt (MW), tapi beban puncak pada malam hari bisa mencapai 80 MW, kalau siang beban puncaknya bisa 20 MW,” kata Kepala Divisi Gas dan BBM Suryadi Mardjoeki ditemui di ruang kerjanya, Kantor PLN Pusat, Senin (4/8/2014).
Suryadi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan listrik di Lombok tersebut, PLN menambah kapasitas pasokan listrik dengan menggunakan PLTD sebanyak 60 MW.
“PLTD itu kan menggunakan BBM (disel) kapasitas 60 MW, itu pun hanya dinyalakan selama 5 jam ketika beban puncak saja, dan BBM yang dibakar untuk 5 jam tersebut sebanyak 38 kili liter, jika dikalikan dengan harga solar Rp 12.000 per liter, maka tiap hari selama 5 jam PLN menghabiskan Rp 350 juta per hari,” ungkapnya.
“Itu uang semua semua buat beli BBM,” tambahnya.
Tentunya untuk mengurangi ketergantungan BBM di Lombok, PLN menyiapkan pembangunan PLTG (gas).
“Saat ini sedang konstruksi, 2016 awal ditargetkan selesai, gasnya dari Gresik sebanyak 20 juta kaki kubik, diangkut menggunakan kapal CNG,” tutupnya.
(rrd/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Pasok Listrik ke Lombok Pakai BBM, PLN 'Bakar' Rp 350 juta/hari
No comments:
Post a Comment