Jakarta -Hari ini, rakyat Indonesia menjalani pemilihan presiden (pilpres). Hasil pemungutan suara akan menentukan pasangan yang akan memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Apakah itu pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa atau nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Perhelatan ini tidak hanya menyedot perhatian masyarakat di dalam negeri, tetapi menggema sampai ke mancanegara. Media asal Amerika Serikat, CNN, hari ini membuat laporan dengan judul ‘Indonesia’s Close Presidential Race Down to Voting Day’.
Dalam laporan itu, disebutkan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan selepas kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setelah 10 tahun memimpin, SBY lengser dengan meninggalkan ekonomi yang melambat, defisit transaksi berjalan, dan defisit anggaran negara.
Pertumbuhan ekonomi yang beberapa tahun lalu bisa lebih dari 6%, kini melambat di kisaran 5%. Menurut kajian Bank Dunia, ini tidak cukup untuk menyediakan lapangan kerja bagi tambahan angkatan kerja yang mencapai 15 juta orang per tahun.
Oleh karena itu, baik Prabowo maupun Jokowi mengusung visi-misi ekonomi peningkatan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan membenahi infrastruktur. “Indonesia punya sumber daya alam, demografi yang menguntungkan, dan kelas menengah yang terus bertambah. Ini bisa menjadi modal untuk perbaikan ekonomi ke depan,” kata Ndiame Diop, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, seperti dikutip dari CNN, Rabu (9/7/2014).
Namun, ada kekhawatiran dari sejumlah pihak mengenai kemungkinan lahirnya proteksionisme di tangan presiden baru. Anggapan ini dinilai paling terlihat di Prabowo.
“Kedua kandidat percaya bahwa Indonesia seharusnya bisa lebih menikmati kekayaan alamnya. Namun Prabowo sepertinya memberikan pandangan yang lebih keras, bahwa kekayaan Indonesia telah mengalir ke luar negeri dan dinikmati pihak asing,” kata Douglas Ramage, Analis Bower’s Asia Group.
(hds/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Media Asing Ini Khawatir RI Bakal Proteksionis di Bawah Presiden Baru
No comments:
Post a Comment