Jakarta -Wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Bekasi jadi tujuan peredaran daging celeng ilegal dari Pulau Sumatera. Ada beberapa dugaan penyebab maraknya penyelundupan daging celeng jelang Lebaran 2014, termasuk kemungkinan melonjaknya hama babi hutan di Sumatera.
Data Badan Karantina Pertanian selama tahun 2014 ini telah menangkap 47.082 Kg (47 ton) dengan 20 kali tangkapan atau meningkat lebih dari 200% dibandingkan tahun 2013.
“Pemicunya sebenarnya tidak ada apa-apa. Tetapi di Sumatera Selatan, babi ini kan hama, jadi diburu di sana. Mungkin jumlahnya melimpah dan akhirnya ke kita (Jakarta),” kata Direktur Jenderal Standarisasi Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag Widodo saat ditemui di Kantor Kemendag Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa Malam, (8/07/2014).
Untuk mengusut kasus ini pihaknya telah mengambil sampel berupa daging, bakso, tetelan dan cincang dari 15 pasar se Jabodetabek. Diharapkan bila hasilnya positif maka dalang dari adanya penyelundupan daging celeng ini bisa ditemukan.
“Jadi ini memang orang yang tidak bertanggung jawab berdagang di pasar. Tahun lalu ada kasus serupa langsung ditangani polisi. Makanya kita kerjasama dengan Polisi, mereka menilai ini penipuan. Tahun ini yang ditangkap lebih besar dari tahun lalu yang ditangkap di Bakauheni dan Cilegon,” jelasnya.
Seperti diketahui, penangkapan daging celeng yang dilakukan Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian meningkat tajam. Menurut data Karantina selama tahun 2014 khususnya daerah Lampung jumlah tangkapan sudah mencapai 31.775 Kg dengan frekuensi 15 kali tangkapan.
Sedangkan di Karantina Cilegon ada 15.307 Kg dengan 5 kali tangkapan. Dari jumlah itu mayoritas daging celeng telah dimusnahkan dengan cara dibakar yang belum berhasil dimusnahkan sebanyak 10.255 kg.Next
(wij/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Lonjakan Hama Babi Hutan Diduga Picu Maraknya Penyelundupan Daging Celeng
No comments:
Post a Comment