Monday, July 7, 2014

Cerita Djan Faridz Sukses 'Rayu' Presiden SBY Soal Anggaran Perumahan



Jakarta -Menteri Perumahan (Menpera) Djan Faridz mengungkapkan soal minimnya anggaran sektor perumahan khususnya untuk program bedah rumah tidak layak di Indonesia. Kondisi ini, membuat Djan harus merayu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk meminta penambahan anggaran.

Di depan para PNS Korpri, Djan mengisahkan pengalamannya meminta penambahan anggaran kepada Presiden SBY. Waktu itu, Djan baru menjabat sebagai menpera.


“Waktu pertama saya jadi menteri anggaran (bedah rumah) Rp 900 miliar. Lalu saya tunjukkan brosur rumah rakyat miskin, yang atapnya daun pisang, anak-anaknya cacingan,” kata Djan di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (7/7/2014).


Setelah ditunjukkan foto-foto keadaan rumah di pelosok yang membutuhkan bantuan, akhirnya Presiden SBY menaikkan anggaran program bedah rumah.


“Saya bilang apa bapak (Presiden) nggak kasihan melihat dia seperti ini? Akhirnya anggaran dinaikkan,” tambah Djan.


Menurutnya bukan seberapa besar anggaran yang dinaikkan, namun anggaran saat pertama dia menjabat sebagai menteri hanya cukup untuk melakukan bedah rumah sebanyak 25.000 rumah, namun setelah itu bertambah jadi 250.000 rumah.


“Waktu itu beliau (Presiden) kasih (anggaran) 250 .000 rumah dalam satu tahun,” katanya.



(zul/hen)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!







Cerita Djan Faridz Sukses 'Rayu' Presiden SBY Soal Anggaran Perumahan

No comments:

Post a Comment