Monday, May 5, 2014

Kredit Macet BTN Tinggi Gara-gara Banyak Nasabah KPR Bergaji Pas-pasan



Jakarta -Non Performing Loan (NPL) alias kredit macet PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) masih tinggi, yaitu di kisaran 3% di akhir Maret. Penyebabnya banyak nasabah Kredit Pemilikan Rakyat (KPR) yang bergaji pas-pasan.

“Posisi NPL net per Maret 3%, untuk FLPP NPL 1,5%. Akhir tahun total NPL ditarget 2,6%. KPR kita kan untuk rumah bersubsidi itu adalah yang gajnya pas-pasan,” kata Direktur Utama BTN Maryono, dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penjaminan KPR Sejahtera FLPP Tahun 2014 dan Penjaminan Bank Garansi di Gedung BTN, Jakarta, Senin (5/5/2014).


Per 30 Maret 2014, dia menyebutkan, BTN telah menyalurkan kredit sebesar Rp 18,32 triliun dengan jumlah rumah sebanyak 270.130 unit.


Bank berkode BBTN itu pun menggandeng perusahaan umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) untuk memberikan jaminan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP).


Menurut Maryono, kerjasama ini dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan kepada perseroan dalam menyalurkan KPR bersubsidi yang segmentasinya masyarakat menengah ke bawah.


“Ada jaminan kredit FLPP supaya aman dan banknya aman dari kredit macet,” kata Maryono.


Maryono menjelaskan, skema kerjasama ini adalah pihak BTN menyetor premi 0,24% per bulan kepada Jamkrindo sebagai bentuk asuransi untuk KRP FLPP. Dari premi ini, debitur KPR FLPP mendapatkan jaminan berupa asuransi jiwa dan kebakaran dari setiap bunga KPR FLPP yang dibayarkan setiap bulan sebesar 7,25%. Sementara BTN mendapatkan jaminan kredit macet.


“Supaya banknya aman dari kredit macet juga maka ditutup dengan bayar premi 0,24% jadi kita dapat jaminan kredit macet, debitur ada jaminan asuransi jiwa dan kebakaran,” jelas Maryono.


(drk/ang)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!







Kredit Macet BTN Tinggi Gara-gara Banyak Nasabah KPR Bergaji Pas-pasan

No comments:

Post a Comment