Emas dan Bitcoin tetap menjadi aset investasi utama di akhir 2025, dengan emas menunjukkan ketahanan sebagai safe haven sementara Bitcoin menghadapi koreksi harga. Rekomendasi terbaru untuk 30 Desember 2025 menyarankan strategi hati-hati berdasarkan tren terkini, termasuk pelemahan Bitcoin di bawah USD 87.000 dan rally emas menuju USD 4.500 per ons.
Analisis Emas
Harga emas terus rally lebih dari 70% sepanjang 2025, didorong oleh inflasi moderat dan permintaan bank sentral, mencapai sekitar USD 4.500 per ons. Volatilitas rendah membuatnya ideal untuk trading jangka pendek dengan target kecil, menggunakan indikator seperti RSI dan MACD untuk sinyal sell di level resistensi tinggi. Pengelolaan risiko melalui take profit dan stop loss tetap krusial di tengah fluktuasi musiman.
- Open order: Hindari; tunggu pullback ke support USD 4.200.
- Hold order: Ya, untuk posisi jangka panjang sebagai lindung nilai inflasi.
- Close order: Tutup jika break di atas USD 4.600 untuk ambil untung parsial.
Analisis Bitcoin
Bitcoin terkoreksi 0,58% dalam 24 jam terakhir ke USD 87.146 (Rp 1,46 miliar), turun 1,63% seminggu dan sekitar 30% dari puncak 2025, akibat outflow ETF dan penjualan leveraged. Meski historis unggul atas emas dalam dekade lalu, performa 2025 kalah dengan rasio BTC-to-Gold turun 50%. Potensi rebound ada jika suku bunga Fed tetap rendah, tapi volatilitas tinggi mendominasi.
- Open order: Ya, buy di dip USD 85.000 untuk swing trade jangka pendek.
- Hold order: Ya, untuk investor jangka panjang dengan fundamental kuat.
- Close order: Tutup posisi spekulatif jika gagal hold USD 87.000.
Kesimpulan
Prioritaskan hold emas untuk stabilitas dan open Bitcoin secara selektif di level rendah, sambil pantau data Fed dan ETF flow untuk aksi lanjutan. Diversifikasi keduanya bisa maksimalkan return sambil minimalkan risiko di pasar akhir tahun.

No comments:
Post a Comment