Thursday, February 5, 2015

Pemerintah Sasar Pertumbuhan Ekonomi 5,7% di 2015, BPS: Harus Banyak Usaha



Jakarta -Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2014 hanya mencapai angka 5,02% secara tahunan (year-on-year). Lebih rendah dibandingkan target pemerintah dalam APBN-P 2014, yaitu 5,5%.

Untuk 2015, pemerintah dalam Rancangan APBN-P 2015 mematok asumsi pertumbuhan ekonomi di angka 5,7%. Apakah bisa tercapai?


“Kita optimistis saja. Tapi harus banyak usaha,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Kamis (5/3/2015).


Menurut Suhariyanto, salah satu tantangan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 5,7% adalah di sisi investasi. Saat ini, masih banyak hambatan untuk meningkatkan investasi yaitu infrastruktur, korupsi, dan birokrasi.


“Ini 3 masalah utama. Kalau mau bagus ya izin-izin ya dipermudah. Sekarang sudah ada PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), semoga berjalan,” papar Suhariyanto.


Meski demikian, Suhariyanto mengungkapkan masih ada faktor positif yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti belanja pemerintah yang lebih besar karena penghapusan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium.


“Kita harus optimistis dan reasonable. Kita sudah mampu mengatasi beban subsidi, kita punya dana untuk bangun infrastruktur, jadi saya pikir mungkin bisa,” ucap dia.


BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi 5,02% ini adalah yang paling lambat dalam 5 tahun terakhir. Berikut adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2010-2014:



  • 2010: 6,38%.

  • 2011: 6,17%.

  • 2012: 6,03%.

  • 2013: 5,58%.

  • 2014: 5,02%.

(drk/hds)






Pemerintah Sasar Pertumbuhan Ekonomi 5,7% di 2015, BPS: Harus Banyak Usaha

No comments:

Post a Comment