Jakarta -Sore ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan blusukan ke proyek banjir, yaitu Sodetan Sungai Ciliwung. Proyek ini dibuat untuk mengurangi beban volume air di Ciliwung untuk dialirkan ke Kanal Banjir Timur (KBT).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek ini merupakan pembangunan terowongan air sepanjang 1,25 km, yang mengalirkan debit air saat banjir, dari Ciliwung ke KBT.
“Aliran airnya 60 meter kubik/detik,” jelas Basuki di Pintu Buangan Air Sodetan Ciliwung, di Kebon Nanas, Jakarta Timur, Rabu (17/2/2015).
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), ditunjuk menjadi pelaksana proyek tersebut. Konsultan supervisi dan manajemen konstruksi masing-masing ditunjuk PT Indra Karya dan PT Yodya Karya.
Waktu pelaksanaan proyek ini adalah 25 bulan, dengan nilai kontrak Rp 492,6 miliar.
“Nantinya akan ada 988 pipa yang akan dipasang sepanjang terowongan. Masing-masing pipa panjangnya 2,5 meter, diameternya 4 meter. Saat ini yang sudah terpasang ada 5 buah pipa, dan sekarang dengan kedatangan Pak Presiden ke lokasi kita lakukan pemasangan keenam,” tutur Basuki.
(dnl/hen)
Lapor Proyek Banjir ke Jokowi, Menteri PU: 988 Pipa Disambung dari Ciliwung ke KBT



No comments:
Post a Comment