Wednesday, February 4, 2015

Ekonomi Tiongkok Lesu, PTBA Alihkan Ekspor ke Vietnam Sampai India



Jakarta -PT Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan peningkatan produksi tahun ini mencapai di atas 20 juta ton. Naik dibandingkan 2014 yang sekitar 18 juta ton.

Batu bara milik PTBA ini sebagian untuk kebutuhan dalam negeri, sebagian lagi diekspor. Tiongkok menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar PTBA.



Namun, seiring perekonomian Tiongkok yang tengah melemah, pasar ekspor PTBA dialihkan ke India, Vietnam, Jepang, Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Taiwan.


“Ekspor ke Tiongkok lesu, tapi ada peningkatan permintaan dari India. Sekarang yang besar ke Vietnam, Jepang, Malaysia, dan India. Kita harapkan menjadi pengalihan penurunan permintaan dari Tiongkok,” papar Direktur Utama PTBA Milawarma saat berbincang bersama detikFinance di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (3/2/2015).


Milawarma menyebutkan, mulai 2013 yang lalu porsi ekspor batu bara ke Tiongkok mulai menurun seiring perlambatan perekonomian di Negeri Tirai Bambu. Sebelumnya, porsi ekspor ke Tiongkok mencapai 10-12% per tahun dari total produksi.


“Semenjak 2013-2014 ekspor ke Tiongkok turun, yang meningkat Vietnam,” katanya.


Lebih jauh Milawarma menyebutkan, harga jual batu bara milik PTBA untuk kalori rendah dipatok Rp 650.000/ton. Batu bara kalori rendah ini biasanya dipasok untuk kebutuhan dalam negeri.


“Harga batu bara PTBA bervariasi karena produknya ada 7, tergantung brand. Paling rendah kualitas 5.000 atau BA 59, itu digunakan untuk pasokan domestik karena PLTU domestik didesain untuk kalori 5.000,” terang dia.


Sementara batu bara berkalori tinggi dipasok untuk pasar ekspor. Harga rata-rata batu bara ini disesuaikan dengan indeks harga dunia. Saat ini, PTBA menjual batubara berkalori tinggi dengan harga rata-rata Rp 700.000/ton.


“Tertinggi itu jenis BA 70-76, itu untuk ekspor. Harga nggak pasti, tergantung indeks batu bara dunia. Indeks saat ini US$ 63/ton, itu kalori 6.300. Harga jual rata-rata PTBA sekitar di atas Rp 700.000 ribu, mix yang 70-76 kalori. Ada yang dijual di mulut tambang dan pelabuhan, itu mix untuk semua kalori. Jadi blended,” papar Milawarma.


(drk/hds)






Ekonomi Tiongkok Lesu, PTBA Alihkan Ekspor ke Vietnam Sampai India

No comments:

Post a Comment