Wednesday, February 4, 2015

Bos RNI Cerita Soal Tiongkok 'Borong' Lahan Pertanian di Nigeria



Jakarta -Ekspansi lahan pertanian di luar negeri jadi strategi untuk tetap mengamankan pasokan pangan sebuah negara, seperti yang dilakukan oleh Tiongkok.

Tiongkok telah menjalin kerjasama dengan Nigeria dan Australia. Tujuannya untuk mengakuisisi lahan pertanian untuk meningkatkan produksi pangan pertanian dan peternakan.


“Tiongkok telah menyediakan 8 juta hektar lahan di Nigeria untuk kebutuhan pangan mereka bahkan sampai 15 juta hektar,” ungkap Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia Ismed Hasan Putro dalam Seminar Nasional Politik Ekonomi Ketahanan Pangan dalam Jokowinomics di Aula Nurcholish, Univeritas Paramadina Jakarta, Rabu (4/02/2015).


Berbeda dengan di Nigeria, kucuran investasi dan akuisisi lahan di Australia dilakukan untuk menggenjot sektor peternakan. Ismed mengatakan kebutuhan daging sapi di Tiongkok cukup tinggi dan saat ini masih bergantung impor dari Australia.


“Di Darwin Tiongkok mengakuisisi 3,5 juta hektar untuk kebutuhan lahan peternakan sapi,” imbuhnya.


Sedangkan rencana Indonesia mengakuisisi lahan peternakan di Australia telah dilakukan oleh perusahaan swasta. Sementara perusahaan BUMN sampai saat ini belum bisa karena keterbatasan dana.


Ismed menuturkan berinvestasi lahan peternakan sapi di Australia jauh lebih menguntungkan dibandingkan harus membuka peternakan sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) “Harga sapi di NTT 3 kali lebih mahal dari Darwin karena cost yang cukup tinggi,” katanya.


Padahal menurut Ismed kebutuhan sapi khususnya sapi indukan di dalam negeri cukup tinggi. Bila tidak segera dibenahi, maka setiap tahun Indonesia akan bergantung impor sapi hidup dari Australia.


“Kita harus tambah bibit. Kita kehilangan 2,5 juta sapi indukan dalam kurun waktu 2012 hingga 2014 karena dipotong. Di negara lain termasuk Vietnam itu tidak boleh motong sapi indukan. Dampaknya kita ke depan harus impor 2,5 juta ekor sapi indukan,” cetusnya.


(wij/hen)






Bos RNI Cerita Soal Tiongkok 'Borong' Lahan Pertanian di Nigeria

No comments:

Post a Comment