Jakarta -Laju IHSG tidak jauh berbeda dibandingkan sehari sebelumnya dimana sempat mampir ke zona merah namun, mampu kembali mengakhiri lajunya di zona hijau. Meski pelaku pasar kembali mengkhawatirkan pergerakan Rupiah yang kembali melemah dan merespons negatif pemberitaan bahwa jika salah satu pasangan Capres Cawapres menang nantinya akan terjadi aksi jual besar-besaran namun, sebagian pelaku pasar lainnya masih bersikap rasional dan memanfaatkan pelemahan yang ada untuk kembali mengakumulasi.
Masih adanya aksi beli asing membuat IHSG mampu kembali bertahan di zona hijaunya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4908,27 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4879,27 (level terendahnya) jelang pre closing dan berakhir di level 4908,27. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (3/7) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.875-4.888 dan resisten 4.915-4.921. Three white soldier di middle bollinger band (LBB ). MACD masih naik cenderung golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan naik.
Laju IHSG bertahan tidak mendekati kisaran target support (4860-4872) dan melampaui target resisten (4895-4907). Laju IHSG diperkirakan masih akan variatif cenderung mencoba menguat dengan merespons masih terjaga positifnya sentimen global namun, juga dibarengi dengan adanya beberapa aksi jual di pasar.
(dnl/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Trust Securities: Laju IHSG Bakal Variatif
No comments:
Post a Comment