Jakarta -Pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya mengambil tindakan nyata terkait maraknya penyelundupan daging celeng di tahun 2014 ke wilayah Jabodetabek.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag telah mengambil sampel daging-daging di 15 pasar se-Jabodetabek. Sampel-sampel itu diuji di laboratorium untuk membuktikan apakah daging celeng telah masuk 15 pasar tersebut.
“Terkait isu beredarnya daging celeng, telah dilakukan pengawasan dan melakukan ambil sampel berupa daging, bakso, tetelan dan daging cincang,” ungkap Dirjen SPK Widodo kepada detikFinance, Senin (7/07/2014).
Sebanyak 15 pasar se-Jabodetabek yang diambil sampelnya antara lain:
- DKI Jakarta: Pasar Lontar, Pasar Minggu, Pasar Senen, Pasar Jatinegara, Pasar Rawamangun, Pasar Genjing.
- Bekasi: Pasar Tambun, Pasar Keranji, Pasar Baru.
- Tangerang: Pasar Jombang, Pasar Babakan, Pasar Anyar.
- Bogor: Pasar Pedati, Pasar Warung Jambu, Pasar Anyar.
“Secara kasat mata meski ada ciri-ciri tetapi tidak dapat dipastikan (sulitnya perbedaan kedua daging),” imbuhnya. Setelah ini, sampel akan dibawa ke Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk dilakukan uji laboratorium. “Untuk memastikan, hari Senin ini akan diuji laboratorium di IPB Bogor,” jelasnya. Seperti diketauhi, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian mencatat jumlah penyelundupan daging celeng/babi hutan meningkat tajam di tahun 2014. Secara volume terjadi kenaikan 200% sedangkan dari sisi frekuensi penggagalan penyelundupan naik 55% dibandingkan tahun lalu.
Pengambilan sampel dilakukan mengingat sulitnya membedakan antara daging celeng dengan daging sapi, cara yang paling efektif mengetahui daging celeng melalui tes laboratorium.
(wij/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
'Darurat' Daging Celeng, Pemerintah Ambil Sampel di 15 Pasar Jabodetabek
No comments:
Post a Comment