Jakarta -Dari 30 jutaan penduduk miskin di Indonesia, sebagian besar adalah petani. Masalah ini harus menjadi perhatian presiden terpilih 2014-2019.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengatakan masalah kemiskinan petani menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah baru 5 tahun mendatang.
Menurutnya, sipapun pemenang Pilpres ini harus berpihak kepada sektor pertanian.
“Siapapun presidennya kita harap ada pembelaan terhadap pertanian. Itu harapan saya ke depan,” ujar Rusman saat menghadiri acara nonton bareng hitung cepat yang digelar Trans Media di Menara Mega, Jakarta, Rabu (9/7/2014).
Keberpihakan ini, lanjut dia, diharapkan dapat memperbaiki postur kelompok ekonomi masyarakat di Indonesia menjadi lebih berimbang.
“Karena sektor pertanian ini serba semua. Serba banyak tenaga kerjanya, serba banyak yang miskinnya, serba banyak yang lemah pendidikannya. Kalau ada pembelaan terhadap sektor pertanian, kita harapkan permasalahan yang dihadapi petani ini bisa teratasi. Kesenjangan dengan mereka yang non-petani bisa dikurangi. Artinya derajat kesejahteraan bisa lebih sejajar,” paparnya.
Terkait hasil hitung cepat ini, Rusman yang pernah menjabat sebagai Kepala BPS ini berharap agar para lembaga survei dapat lebih berhati-hati dalam mentapkan metode pengumpulan datanya. Dengan demikian, kredibiitas lebaga survei yang bersangkutan diandalkan.
“Contoh saja jika kita ingin mengatakan, becak masih boleh beroperasi lalu kita ambil saja ibu rumah tangga yang pakai becak atau mantan tukang becak sebagai respondennya, pasti hasilnya sesuai harapan bukan sesuai fakta. Nah ini yang harus hati-hati. Karena kalau tidak, kredibilitas lembaga survei yang bersangkutan yang akan jadi taruhannya,” katanya.
(hen/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Banyak Petani Miskin, Ini Pesan Wamentan untuk Presiden Terpilih
No comments:
Post a Comment