Jakarta -Arus mudik pada H-7 dan H+7 lebaran dipakai bagi masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. Para pemudik menikmati akan musim lebaran untuk berkumpul dan ajang silaturahmi bersama sanak keluarga.
Namun momen mudik sepertinya tidak bisa dirasakan bagi penyelenggaran lebaran seperti pekerja operator bandara, PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I). Dari direksi hingga pekerja level bawah harus siaga alias stand by melayani para penumpang pesawat selama musim lebaran.
“Seluruh general manager dan staf operasi utama tidak boleh cuti. Direktur Operasi pimpin langsung operasi pelayanan mudik,” kata Direktur Utama AP I Tommy Soetomo kepada detikFinance, Sabtu (26/7/2014).
Total karyawan yang terlibat di dalam pelayanan arus mudik mencapai 11.000 pekerja. Pekerja ini melayani penumpang pada 13 bandara yang dikelola AP I.
“Lebih dari 90% karyawan di bidang operasi dan pendukung operasi. Jika dihitung dengan pegawai outsourcing total yang stand by melayani bisa mencapai 11.000an,” terangnya.
Meski bekerja selama musim mudik, manajemen AP I memberikan insentif bagi karyawan yang tidak bisa menikmati Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.
“Kami sejak lama punya sistem insentif bagi mereka yang bekerja di luar jam operasi biasa,” katanya.
Pada arus mudik 2014, AP I merilis sebanyak 5 bandara yang paling ramai oleh lalu lalang para pemudik. Bandara tersebut adalah: Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, Bandara Internasional Sultan Hassanudin Makassar, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Juanda Surabaya.
(feb/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
11.000 Pegawai Angkasa Pura I Layani Arus Mudik di Bandara
No comments:
Post a Comment