Bisnis.com, DUBAI – Harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik mendekati level tertinggi dalam 6 hari terakhir.
Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi dari Ukraina dan pelemahan perekonomian China yang bisa menggerus permintaan minyak mentah.
Gerrit Zambo, pedagang minyak dari Bayerische Landesbank mengatakan faktor Ukraina menjadi kunci dalam kenaikan harga kali ini. “Faktor terpenting adalah krisis di Ukraina yang mendorong harga naik,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (5/5/2014).
Di sisi lain potensi bearish masih terbuka mengingat data China yang melambat. Zambo mengatakan jika tak ada faktor dari Ukraina versus Rusia, data China hampir pasti bakal menggerus harga minyak mentah.
Data purchasing manager’s index (PMI) China dari HSBC Holdings Plc. and Markit Economics tercatat pada level 48,1 selama April. Penurunan tersebut sekaligus menjadi yang keempat kalinya.
Pada perdagangan Senin sore harga WTI menguat 0,55% menjadi US$100,31 per barel di New York Mercantile Exchange (Nymex). Adapun harga minyak Brent tercatat menguat 0,16% ke level US$108,76 per barel di ICE Futures, London.
Editor : Nurbaiti
HARGA MINYAK MENTAH: Terkerek Konflik Ukraina
No comments:
Post a Comment