Monday, May 5, 2014

HARGA EMAS: Begini Proyeksi Analis untuk Pekan Ini





 Emas Batangan











Bisnis.com, JAKARTA – Pekan ini, harga emas bakal kembali berkilau dengan rentang harga US$1.305–US$1.330 per troy ounce. Ketegangan geopolitik di Ukraina dan pelemahan dolar menjadi pengerek utama emas.


Lukman Leong, Kepala Analis PT Platon Niaga Berjangka mengungkapkan sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan harga emas sendiri.


“Ini bukan harga emasnya yang naik, tapi dolar yang melemah dan ditambah kuat dengan Ukraina,” kata Lukman saat dihubungi Bisnis, Senin (5/5/2014).


Dia mengatakan secara teknikal emas memang punya kekuatan dalam jangka waktu dekat ini. Menurutnya, titik resisten yang menjadi kunci pergerakan harga minggu ini adalah level US$1.315.


Lukman menguraikan jika logam mulia tersebut bisa menembus US$1.315 per troy ounce maka peluang untuk melaju hingga ke posisi US$1.330–US$1.350 akan kembali terbuka. Namun, jika emas tak mampu bergerak di atas level itu harganya cenderung tertahan di kisaran US$1.300 per troy ounce.


Pada kesempatan berbeda, Lukman mengatakan isu ketegangan politik antara Rusia versus Ukraina terhitung selalu sukses mendongkrak harga. Namun, hal itu menjadi faktor yang sangat tak pasti dan mengalami pasang surut dalam waktu singkat.


Meski begitu, jika nanti eskalasi politik di wilayah itu kembali mengendur, jelasnya, emas bisa jadi tertopang oleh kondisi perekonomian Amerika Serikat. Bukan lagi soal pengurangan stimulus moneter atau tapering, kali ini tentang rencana Federal Reserve (the Fed) untuk menaikkan tingkat suku bunga.


Akhir pekan lalu, data ketenagakerjaan AS menunjukkan kemajuan cukup baik. Namun, nyatanya dolar tetap saja bergerak melemah karena pernyataan seorang pejabat the Fed bahwa bank sentral itu takkan mengubah suku bunga, minimal hingga akhir tahun ini.


Selanjutnya, kata Lukman, pasar akan mencermati data inflasi AS. Jika inflasinya meningkat emas akan diburu sebagai salah satu alat lindung nilai terhadap inflasi. “Tapi inflasi agak susah karena rendah terus,” katanya.


Sementara itu, analis Senior Mine Life Pty Gavin Wendt mengatakan pada Bloomberg selama ketidakpastian menyelimuti Eropa hal tersebut bakal berdampak positif bagi emas. “Sepertinya belum tampak adanya resolusi di wilayah itu,” ungkapnya.


Konflik antara kedua negara di Eropa Timur itu kian runcing sejak pekan lalu. Gerakan separatisme yang menyebar di Ukraina pascalepasnya Crimea dari Ukraina ke tangan Rusia kian menjadi dan frontal. Ketegangan ini juga melibatkan militer dua negara tersebut.


Situasi geopolitik yang memanas ini disinyalir meningkatkan permintaan terhadap safe haven, terutama emas. Emas untuk pengiriman Juni tercatat menguat 0,81% menjadi US$1.313,50 per troy ounce (Rp486.117 per gram) di Commodity Exchange (Comex), New York kemarin sore. Adapun harga emas spot naik 1,03% menjadi US$1.313,10 per troy ounce (Rp485.987 per gram).



Editor : Nurbaiti





















HARGA EMAS: Begini Proyeksi Analis untuk Pekan Ini

No comments:

Post a Comment