Monday, May 5, 2014

Ekonomi Melambat, Menkeu: Itu Bagian dari Strategi



Jakarta -Ekonomi Indonesia menunjukkan perlambatan pada kuartal I-2014, dengan hanya tumbuh sebesar 5,21% (yoy) dan 0,95% (qtq). Secara nominal, PDB Indonesia tercatat sebesar Rp 2.401 triliun.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pemerintah memang merencanakan adanya perlambatan pertumbuhan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kestabilan ekonomi.


“Perlambatan pertumbuhan memang bagian dari strategi untuk mengatasi current account deficit,” kata Chatib dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (5/5/2014).


Meski begitu, Chatib mengaku bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2014 di bawah ekspektasinya. Dia pun berharap untuk sepanjang 2014, pertumbuhan ekonomi masih bisa lebih dari 5,5%.


“Pertumbuhan diharapkan di atas 5,5%, karena kita juga tidak ingin terlalu rendah. Angka ini memang lebih rendah dari perkiraan saya, PDB Q1 2014 hanya tumbuh 5,21% yoy dan 0,95% qtq,” sebutnya.


Penyebab perlambatan ini, lanjut Chatib, lebih kepada penurunan pada sisi ekspor. “Jadi bukan investasi. Mudah-mudahan dengan perbaikan ekonomi AS ekspor akan mulai membaik,” sebutnya.


Perlambatan pertumbuhan nasional tidak lepas dari perkembangan ekonomi global yang masih belum pasti. AS masih berusaha keras untuk pulih dari krisis akibat subprime mortgage yang menghantam negara tersebut pada 2008. Negara-negara berkembang seperti Tiongkok dan India pun tengah mengalami perlambatan ekonomi.



(mkl/hds)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!







Ekonomi Melambat, Menkeu: Itu Bagian dari Strategi

No comments:

Post a Comment