Thursday, March 20, 2014

Desa Berpotensi Dikelola Menjadi Tujuan Wisata Ramah Lingkungan

















Bisnis.com, TEMANGGUNG — Jumlah desa di Indonesia yang mencapai 81.253 desa/kelurahan berpotensi besar dikelola secara kreatif melalui konsep desain berbasis Eco Social Culture Tourism melalui revitalisasi desa untuk pengembangan pariwisata.


Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam kunjungannya pada The 1st International Conference on Village Revitalization 2014 dan The 9th International Conference of Design for Sustainability Destination 2014-2018 di Desa Kelingan dan Desa Caruban, Temanggung yang diselenggarakan pada 16 Maret hingga 21 Maret 2014.


Menurutnya, melalui revitalisasi tersebut, akan banyak desa yang dapat berkembang menjadi desa wisata dengan tetap mempertahankan sosial dan budaya setempat. Bahkan, nilai-nilai kearifan lokal dan kondisi yang masih alami tersebut, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis.


“Melalui Eco Social Culture Tourism ini, para wisatawan tidak hanya dapat berwisata, tetapi juga belajar secara langsung dan merasakan pengalaman yang berbeda. Ini jelas menjadi nilai tambah yang menarik bagi para wisatawan sehingga perlu untuk didorong sebab saat ini jumlahnya masih minim sekali,” ujarnya, Rabu (19/3/2014).


Di samping itu, ketika sebuah desa sudah mampu mengembangkan dirinya menjadi desa wisata dengan penyediaan sarana dan prasarana serta home stay yang masih alami, akan membuat turis tinggal lebih lama di sana.


Di sisi lain, kehadiran para turis tersebut juga akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kreatif yang ada di desa setempat.


Dengan demikian, pembangunan di desa tersebut tidak hanya memiliki dampak ekonomi yang positif, tetapi juga menguntungkan masyarakat setempat dan meminimalisir dampak negatif sosial budaya dan lingkungan.


“Para turis pasti akan berbelanja oleh-oleh atau souvenir khas daerah. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan sehingga nantinya akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kualitas hidupnya.”


Hanya saja, untuk menciptakan kondisi tersebut, diperlukan keinginan dan dukungan dari seluruh masyarakat dengan mengubah pola pikir agar lebih terbuka. Hal tersebut, katanya, memang membutuhkan waktu yang cukup lama yakni sekitar 5 tahunan.


“Kalau masyarakatnya juga tidak punya keinginan untuk menghidupkan desanya sebagai daerah wisata dan pengembangan industri kreatif. Diperlukan juga individu kreatif yang memiliki integritas dan komitmen serius dalam hal ini,” tuturnya. 



Editor : Hery Lazuardi

















Mau dapat Mobil Daihatsu Ayla? Ikuti Bisnis Indonesia Writing Contest 2014. Klik caranya disini.





Desa Berpotensi Dikelola Menjadi Tujuan Wisata Ramah Lingkungan

No comments:

Post a Comment