Monday, February 9, 2015

Mobnas Ala Mobil Timor Sempat Bermasalah dengan WTO, Bagaimana Proton?



Jakarta -Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan otomotif asal Malaysia, Proton Holdings Bhd, dengan PT Adiperkasa Citra Lestari menjadi buah bibir. Ada yang mengait-ngaitkan pola kerjasama ini seperti yang pernah dilakukan program mobil nasional (mobnas) ketika zaman Presiden Soeharto.

Pada era 1990-an, muncul PT Timor Putra Nasional yang menggandeng produsen mobil dari Korea Selatan, KIA. Program ini dipunggawai oleh Tommy Soeharto, putra bungsu Soeharto.


Namun Mantan Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan pola-pola kerjasama yang memberikan pengkhususan bagi calon investor tertentu sudah tak mungkin lagi diterapkan dalam perdagangan global saat ini.


Pada waktu itu, menurut Hidayat pola menggaet produsen Korsel dianggap diskrimatif dan protektif. Sehingga Jepang, Uni Eropa, dan Amerika mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).


“Mobnas zamannya Pak Harto waktu itu dianggap diskriminatif. Kita digugat, akhirnya kalah di WTO,” kata Hidayat kepada detikFinance, Senin (9/2/2015).


Pasca kekalahan di WTO, dampak lanjutannya berantai. Para kreditur yang semula bersedia mendanai proyek ini menarik kembali komitmennya. “Makanya setelah kalah di WTO, waktu program Mobnas jadi buyar,” kata Hidayat.


Bagaimana dengan kerja sama dengan Proton?Next



(hen/dnl)






Mobnas Ala Mobil Timor Sempat Bermasalah dengan WTO, Bagaimana Proton?

No comments:

Post a Comment