Jakarta -Publik Indonesia sempat tersentak dengan kabar penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan otomotif asal Malaysia Proton Holdings Bhd dengan PT Adiperkasa Citra Lestari, milik A.M. Hendropriyono.
Kerja sama ini dianggap akan melahirkan sebuah ‘mobil nasional’ (mobnas). Namun hal ini langsung diklarifikasi oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin bahkan Presiden Jokowi.
Benarkah Proton akan jadi mobnas?
Mantan Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, sejak dulu sampai saat ini, tak pernah ada definisi soal mobnas. Sehingga ia berharap, rencana masuknya Proton membangun manufaktur mobil di Indonesia tak perlu dikaitkan dengan program mobnas.
Hidayat mengatakan, yang terpenting saat ini adalah, Indonesia membuka diri terhadap berbagai investor otomotif, terutama yang mendukung berkembangnya industri komponen lokal.
Ia sangat memahami soal rencana Proton, apalagi sejalan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang berlangsung akhir tahun ini. Tentunya Proton butuh pasar, dari 600 juta penduduk ASEAN, hampir 50%-nya adalah Indonesia.
“Jadi nggak perlu diusung mobnas, nggak ada kriteria mobnas, tetapi bagaimana membangun industri komponen,” kata Hidayat kepada detikFinance, Senin (9/2/2015).Next
(hen/dnl)
Antara Mobnas, Mobil Murah, dan Proton
No comments:
Post a Comment