Tuesday, December 9, 2014

Pengusaha Ini Pesimistis JK Bisa Bangun 10 Pabrik Gula Baru



Jakarta -Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berencana membangun 10 pabrik gula baru berbasis tebu hingga 5 tahun ke depan. Namun rencana ini ditanggapi pesimistis oleh pelaku industri gula.

Presiden Direktur PT Gendhis Multi Manis, Kamadjaya yang merupakan pemilik Pabrik Gula Blora, Jawa Tengah, mengatakan target tersebut sulit terealisasi, bila faktor-faktor yang menjadi daya tarik investor terhadap industri gula di dalam negeri tak dibenahi. Kenyataannya saat ini, bisnis industri gula tak menarik bagi investor.


“Saya yakin Pak JK yang punya mimpi membangun 10 pabrik gula baru tak tercapai, tak akan sampai 10 pabrik,” kata Kamadjaya saat berkunjung ke kantor detikcom, Selasa (9/12/2014)


Kamadjaya beralasan, ada beberapa faktor yang membuat industri gula tak menarik. Pertama, insentif pemerintah saat ini lebih banyak ke industri gula rafinasi yang berbasis bahan baku gula mentah (raw sugar).


Saat ini, 100% raw sugar diimpor dengan insentif bebas bea masuk impor, sehingga tak heran bila gula rafinasi menggerus pasar gula lokal yang merupakan hasil pabrik gula berbasis tebu. Ia mengatakan sejak 1996, jumlah pabrik gula rafinasi terus bertambah hingga 13 pabrik.


“Investasi bangun pabrik rafinasi maksimal Rp 500 miliar. Kalau satu pabrik gula berbasis tebu bisa Rp 1,7 triliun, atau sudah 3 kali lipat. Nggak mungkin ada yang mau bangun pabrik,” katanya.


Kedua, soal kebijakan perdagangan atau tata niaga impor. Rata-rata impor raw sugar yang diimpor para pabrikan gula rafinasi setiap tahun mencapai 3,7 juta ton. Rata-rata satu pabrik bisa mendapatkan kuota impor sebanyak 1,4 juta ton per tahun.Next



(hen/hds)






Pengusaha Ini Pesimistis JK Bisa Bangun 10 Pabrik Gula Baru

No comments:

Post a Comment