Jakarta -Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pimpinan Susi Pudjiastuti yakin, Indonesia tak perlu mengimpor garam tahun depan. Data KKP menyebut, pasokan/stok garam sisa baik garam lokal dan impor di tahun ini cukup, apalagi ditambah produksi garam lokal di tahun depan.
Dirjen Kepulauan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K), Sudirman Saad menyebut, stok garam hingga akhir 2014 sebesar 4,8 juta ton. Garam tersebut didapat dari stok sisa awal 2013 sebanyak 666.000 ton, produksi dari garam rakyat 2,1 juta ton (termasuk PT Garam), dan garam impor 1,947 juta ton.
Dilihat dari data konsumsi garam di 2014 sebesar 3,8 juta ton, dibagi menjadi dua, yaitu garam konsumsi 1,7 juta ton dan garam industri 2,1 juta ton.
“Kalau data yang ada berarti suplus sekitar 900.000 ton,” kata Saad saat ditemui di Kantor KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta (9/12/2014).
Melihat data ini, dalam watu dekat KKP dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan melakukan verifikasi sisa garam yang tidak terpakai di 2014 sebanyak kurang lebih 900.000 ton. Garam ini akan diklasifikasikan menjadi dua apakah masuk garam konsumsi atau garam industri.
Menurut Saad, jika 900.000 garam yang tersisa itu garam konsumsi, ia meminta Kementerian Perindustrian dapat melakukan pengolahan lanjutan, agar bisa digunakan menjadi garam industri. Pasalnya garam konsumsi hanya memiliki kandungan NaCl 94%, sedangkan kebutuhan garam industri memerlukan garam dengan tingkat kandungan 97,14%.
“Dari air laut sampai kristal itu KKP tanggung jawab, setelah itu (Kementerian) Perindustrian,” imbuhnya.Next
(wij/dnl)
Kementerian Susi Pede, Tahun Depan RI Tak Peru Impor Garam
No comments:
Post a Comment