Tuesday, December 9, 2014

Dividen BUMN Dipotong, Bos Mandiri: Uang Rp 1 Triliun Bisa Jadi Kredit Rp 10 Triliun



Jakarta -Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mengkaji pengurangan setoran dividen dari perusahaan pelat merah. Budi G Sadikin, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), mengapresiasi kebijakan ini.

Budi mencontohkan saat ini rasio pembayaran dividen (dividend payout) Bank Mandiri adalah 30% dari laba bersih. Jika bisa diturunkan, maka lebih baik.


“Mungkin 25% lah, sekarang kan 30%. Jadi kalau diturunin jadi 20%-25% itu bagus,” kata Budi dalam acara Women C Leadership Summit di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (8/12/2014).


Bagi perbankan, lanjut Budi, penurunan setoran dividen bisa digunakan untuk menambah kemampuan menyalurkan kredit. Menurut dia, dana Rp 1 triliun di bank bisa menjadi modal untuk menyalurkan kredit sampai Rp 10 triliun.


“Uang 1 triliun untuk pemerintah dipakai untuk membiayai APBN. Padahal kalau bisa ditahan sebagai modal di BUMN, apalagi bank, Rp 1 triliun bisa jadi Rp 10 triliun kredit,” ungkapnya.


Dari kredit itu, tambah Budi, bisa menjadi dibangun berbagai infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan sebagainya. Ini lebih baik dibandingkan terpakai untuk membayar gaji pegawai di pemerintahan.


“Kalau Rp 1 triiliun ditahan di BUMN jadi jalan, jembatan, dan lain-lain. Daripada habis buat bayar gaji kan?” ujarnya.



(hds/hds)






Dividen BUMN Dipotong, Bos Mandiri: Uang Rp 1 Triliun Bisa Jadi Kredit Rp 10 Triliun

No comments:

Post a Comment