Jakarta -PT Pertamina (Persero) mengakui telah terjadi kepanikan masyarakat sehingga menyebabkan antrean kendaraan di berbagai SPBU di kawasan Pantura seperti Cirebon, Kuningan, berbagai wilayah lainnya.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan pihak Pertamina tak ada pilihan lain harus memangkas jatah pasokan harian ke SPBU di seluruh Indonesia, terutama di bagian barat. Hal ini konsekuensi dari dipangkasnya kuota BBM subsidi 2014 dari 48 juta KL menjadi hanya 46 juta KL.
“Yang terjadi di Pantura adalah panic buying karena ada isu BBM premium kosong. Mereka melakukan rush (beli berlebihan), yang biasanya beli 10 liter sekarang full tank. Ini lebih kepada panic buying karena info yang belum betul,” katanya jelang Raker dengan Komisi VII di Gedung DPR-RI, Senin (25/8/2014)
Hanung mengatakan yang dilakukan pihaknya adalah memotong alokasi harian di setiap SPBU, misalnya BBM premium dipangkas 5%. Ia mengilustrasikan jika jatah volume premium 20.000 liter di sebuah SPBU, maka yang dipangkas hanya 1.000 liter per hari.
“Besoknya akan kita suplai lagi,” katanya.
Ia menambahkan dari pemangkasan 1000 liter BBM subsidi, digantikan dengan BBM non subsidi seperti Pertamax, Pertadex, solar, atau premium non subsidi.
“Karena terjadi panic buying yang sebenarnya nggak perlu terjadi. Kalau premium sore akan habis besok akan ada lagi kok, silakan beli besok,” seru Hanung.
(hen/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Warga Pantura Panik Antre di SPBU, Pertamina: Ada Isu BBM Premium Kosong
No comments:
Post a Comment