Jakarta -Pemerintah sedang mengkaji beberapa teknologi terkait rencana membangun transportasi kereta super cepat ‘shinkansen’ dari Jakarta-Surabaya.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono mengatakan, saat ini ada beberapa opsi teknologi yang akan dipakai, secara garis besar ada teknologi Eropa, Tiongkok, dan Jepang.
“Itu yang paling besar, tentu ada varian seperti Korea, Eropa ada Spanyol, Jerman punya sendiri, secara garis besar ada 3 itu,” kata Bambang di kantor Kemenhub, Kamis (10/7/2014)
Namun Bambang menegaskan, pihaknya belum memutuskan akan pakai teknologi yang mana. Sebagai catatan, studi proyek kereta shinkanse Jakarta-Surabaya termasuk Jakarta-Bandung studinya didanai oleh Jepang.
“Pada waktunya kita akan melakukan rembuk bersama untuk menentukan spesifikasi umum dulu. Salah satunya adalah dari bentuk fisik, kecepatan yang diinginkan, tingkat keandalan,” katanya.
Bambang menambahkan saat ini tahapan proyek ini masih pra studi kelayakan sehingga masih perlu banyak perbaikan. Salah satu yang masih bisa diperbaiki adalah soal rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
“Misalnya pemilihan koridor, kemarin Jakarta-Bandung menurut kita kurang tepat, sepotong. Jakarta-Surabaya itu utuh, masalah dia mau lewat mana itu nomor dua. Karena tarikan ekonomi itu ada di dua kota ini,” katanya.
(zul/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
'Shinkansen' Jakarta-Surabaya Bakal Pakai Teknologi Jerman Hingga Tiongkok
No comments:
Post a Comment