Thursday, July 10, 2014

Di Ruangan Sempit, Wanita Ini Bisa Raup Rp 25 Juta/Bulan dari Bisnis Bordir



Banda Aceh -Ruangan berdinding orange itu terbilang sempit untuk sebuah usaha, ukurannya lebih kurang 4×4 meter. Mesin bordir dan jahit terpajang di dalamnya. Sebuah lemari berisi pakaian hasil bordiran juga berdiri di ruang yang sama.

Di dinding depan ruang itu, terpajang sejumlah bingkai berisi sertifikat dan penghargaan. Salah satunya adalah Upakarti, penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah kepada perajin dan pengusaha kecil atas jasa pengabdian dalam bidang kerajinan. Di luar ruangan tersebut, sebuah papan nama bertuliskan “Yuyun Bordir” terpasang.


Usaha bordir itu adalah milik Yulidar (39). Siang itu, ia sibuk menyulam bordir sesuai pola berbentuk ornamen bunga-bunga. Dalam bekerja, ia dibantu beberapa karyawannya yang bertugas menyulam dan menjahit. Perempuan asal Lambaro Skep, Banda Aceh ini sudah memulai usahanya sejak tahun 1999 silam.


Sebelum membuka usaha milik sendiri di Jalan Mujahidin, Lr Durian 18 A Lambaro Skep, Banda Aceh, Yulidar belajar kerajinan bordir dari orang tuanya. Sejak kecil, ia sudah mengikuti jejak ibunya, Huzaimah yang sudah membuka usaha bordir sejak tahun 1980-an. Pada tahun 1989, Huzaimah mendapat penghargaan Upakarti dari Presiden Soeharto.


Yulidar yang waktu itu masih kecil selalu berusaha membuat aneka kreasi sulaman bordir saat mempunyai waktu luang.


“Dari situ sudah berpikir untuk menggeluti usaha bordir,” kata Yulidar saat ditemui detikFinance pekan lalu.


Baru pada 1999 ia mulai membuka usaha sendiri setelah ibunya mulai sibuk dengan kegiatan lain. Bermodal bakat dan kemampuan yang dimiliki, Yulidar tidak mengalami kesulitan saat awal membuka usahanya. Next



(hen/hen)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!







Di Ruangan Sempit, Wanita Ini Bisa Raup Rp 25 Juta/Bulan dari Bisnis Bordir

No comments:

Post a Comment