Jakarta -Pihak Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan membenarkan daging celeng/babi hutan diperlukan untuk memenuhi pakan binatang pemakan daging.
Kepala Humas Kebun Binatang Ragunan Wahyudi Bambang mengatakan daging celeng masuk ke dalam menu makanan binatang terutama jenis Harimau Sumatera.
“Biasanya memang untuk Harimau Sumatera karena habitat dia kan di Sumatera lalu makanan alaminya babi hutan di sana,” kata Bambang kepada detikFinance, Kamis (3/07/2014).
Menurutnya daging celeng tersebut diolah lebih lanjut dan dicampur dengan jenis daging lainnya seperti daging sapi dan ayam. Hal ini bagian dari SOP (Standard Operation Procedure) pengelola Kebun Binatang Ragunan.
“Tetapi menyesuaikan, biasanya pakai daging ayam dan sapi mungkin ada juga daging babi hutan di makanan satwa. Jadi hanya dibuat campuran pakan ternak saja,” imbuhnya.
Mengenai jumlah kebutuhan daging celeng ia tidak teralu banyak mengetahui termasuk pemasok daging celeng dari Pulau Sumatera ke Kebun Binatang Ragunan.
“Bagaimana ya, saya juga belum begitu paham sekali dan harus memberikan konfirmasi terlebih dahulu. Mengenai jumlahnya saya kurang begitu tahu,” jelasnya.
Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian awalnya curiga terkait arus pengiriman daging meningkat padahal hanya untuk makanan hewan Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Sejak 5 tahun lalu, para penyelundup mencoba mengelabui petugas karantina dengan modus pengiriman daging celeng dengan alasan untuk kebutuhan Kebun Binatang Ragunan.
(wij/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Di Ragunan, Daging Celeng untuk Santapan Harimau Sumatera
No comments:
Post a Comment