Jakarta -Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan ekspor produk kelautan dan perikanan seperti udang, rumput laut, tuna dan lainnya, pada 2014 sebesar US$ 5,1 miliar atau Rp 55 triliun atau naik 22% dari tahun lalu.
Capaian ekspor produk kelautan dan perikanan tahun lalu yang hanya US$ 4,2 miliar atau Rp 45 triliun.
Untuk mencapai target tersebut selain memaksimalkan pasar yang telah ada, KKP juga membidik pasar baru seperti Eropa Timur, Timur Tengah hingga Amerika Selatan, termasuk produk ikan budidaya seperti ikan lele.
“Negara tujuan ekspor produk perikanan kita terbesar itu adalah Amerika, Jepang, Uni Eropa. Tetapi untuk mencapat target tersebut, kita bidik pasar baru seperti di Eropa Timur yaitu Rusia, Belarusia, lalu Timur Tengah, Meksiko hingga Kepulauan Fiji,” ungkap Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja saat berdiskusi dengan media di kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (10/07/2014).
Khusus pasar Timur Tengah, menurut Sjarief pasarnya cukup terbuka dan besar. Salah satu alasannya adalah karena banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) serta masyarakat Indonesia yang pergi umrah/haji ke wilayah tersebut.
“Di Timur Tengah (Timteng) itu banyak TKI kita bekerja di sana dan sekali-kali rindu makan masakan Indonesia seperti ikan lele. Kemudian kita bidik ekspor karena meningkatnya jumlah kebutuhan ikan terutama untuk kepentingan haji dan umrah,” imbuhnya.
Sedangkan untuk produk ekspornya, pemerintah tetap bertumpu pada 2 produk utama di sektor perikanan yaitu tuna dan udang.Next
(wij/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Bidik Pasar TKI, Pemerintah Targetkan Ekspor Ikan Lele ke Timteng
No comments:
Post a Comment